KABUPATEN MALANG – Jalur bersepeda (gowes) di wilayah Malang Raya kembali menyajikan petualangan yang memacu adrenalin. Kali ini, komunitas goweser yang tergabung anggota SEGO TEAM (Seneng Gowes Team) menjajal rute ekstrem dari Singosari menuju Coban Siuk hingga tembus ke kawasan Kopi Taji yang berada di lereng Gunung Bromo. Rute ini sukses menguras fisik para pesepeda dengan tanjakan-tanjakan terjal yang sangat menantang.
Perjuangan
Menaklukkan Tanjakan Ekstrem.
Perjalanan
dimulai dengan semangat kebersamaan tim yang tinggi. Namun, medan yang dihadapi
tidaklah mudah. Rute tanjakan menuju Desa Taji terbilang sangat ekstrem, bahkan
kendaraan bermotor saja harus menggunakan gigi satu untuk bisa melewatinya.
Akibat beratnya
medan, banyak goweser pengguna sepeda MTB terpaksa harus menuntun sepeda mereka
demi bisa mencapai puncak. "Ternyata memang benar saya mengalaminya
sendiri. Kalau ke Taji itu banyak yang menuntun sepedanya," ujar salah
satu goweser di lokasi. Meski harus bersusah payah, antusiasme para peserta
tidak surut demi mengejar keindahan alam di sepanjang rute.
Terobati
Keindahan Coban Siuk dan Kopi Taji.
Rasa lelah yang
dirasakan para goweser langsung terbayar lunas begitu mereka tiba di Air Terjun
Coban Siuk. Air terjun alami setinggi 90 meter ini menyuguhkan suasana sejuk
dan pemandangan asri yang seketika menghilangkan penat setelah menghadapi
tanjakan terjal.
Tidak berhenti
di situ, tim melanjutkan gowes naik menuju Desa Taji yang terletak di lereng
Bromo dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di tempat
ini, para pesepeda beristirahat sambil menikmati kehangatan Kopi Taji yang
terkenal, sembari memandangi hamparan pemandangan indah dari kaki langit Desa
Taji.
Kuliner Unik:
Bakso Tengah Hutan.
Petualangan
gowes ekstrem ini ditutup dengan cerita unik saat perjalanan pulang menuju
Singosari. Karena didera rasa lapar setelah menempuh rute yang berat, para
goweser menyempatkan diri untuk kulineran bakso di tengah hutan. Keberadaan
penjual bakso di jalur pulang ini menjadi berkah tersendiri bagi para pesepeda
yang kelaparan.








