☆ pr0 c0mp ☆

ACARA PENGAJIAN dan HALAL BIHALAL RT.05

ACARA PENGAJIAN dan HALAL BIHALAL RT.05 RW.11 .Kerukunan dan silahturahmi warga PERUM Bumi Banjararum Asri , Dusun Tanjung , Desa Banjararum Singosari

" WISATA BLITAR CERIA WARGA RT.05 "

Wisata bersama warga RT.05 RW. 11 PERUM Bumi Banjararum Asri , Dusun Tanjung , Desa Banjararum Singosari

WISATA BLITAR CERIA WARGA RT.05

Wisata bersama ke Blitar warga RT.05 RW. 11 PERUM Bumi Banjararum Asri , Dusun Tanjung , Desa Banjararum Singosari

PENJUALAN PAKAIAN dan SEMBAKO MURAH

Pengabdian Masyarakat POSDAYA ARUM ASRI Warga RT.05 RW.11 Perum Bumi Banjararum Asri, Dusun Tanjung, Kel. Banjararum, Singosari

PENIMBANGAN BALITA

Pengabdian Masyarakat POSDAYA ARUM ASRI Warga RT.05 RW.11 Perum Bumi Banjararum Asri, Dusun Tanjung, Kel. Banjararum, Singosari

Agustus 19, 2023

Memupuk Nasionalisme, Warga RT.05 RW.11 Perum Bumi Banjararum Asri Singosari Gelar Upacara HUT RI 78

Kamis pagi (17/8/2023) di lapangan RT.05 RW.11 Perumahan Bumi Banjararum Asri, desa Banjararum, kecamatan Singosari, kabupaten Malang dilangsungkan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia oleh sebagian warga.


Upacara tersebut diikuti sebagian warga  yang terdiri dari tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, karang taruna maupun anak-anak.

Berbagai profesi pekerjaan , warga antusias sekali, karena baru pertama kali Upacara Bendera HUT RI 78 tahun 2023 dilakukan oleh warga tingkat RT. dan bertindak sebagai pembina upacara Bapak A.Boyadi yang juga selaku Ketua RT. 05. Pemimpin upacara Bapak A.Sodik, Pengibar Bendera 3 orang yakni  Bapak Wasik, Bapak Hanif dan Bapak Agus Sriwidodo, Pembaca teks Proklamasi Bapak Mariyono, Pembaca Pembukaan UUD 45 Bapak Made Adi, Pembaca doa Bapak Teguh, Pemimpin lagu nasional Ibu Sutini dan Pembawa teks Pancasila Sdr. Farhan.


Peserta upacara terbagi menjadi empat pleton. Dengan masing-masing pemimpin. Pleton 1 oleh Bapak Sih Yuliawan, pleton 2 oleh Bapak Ponco Kelono, pleton 3 Bapak Agus Pujianto dan pleton 4 oleh Bapak Agung. Selaku protokol upacara Bapak Jemmy dan Pembawa acara Bapak Santoso.

Bapak Boyadi selaku Ketua RT. 05  Rw.11 , mengungkapkan, upacara peringatan HUT ke-78 RI di wilayahnya kali pertama diadakan. Ia menegaskan, tujuannya adalah untuk memupuk rasa nasionalisme warga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   “Dengan upacara ini, kami mengajak seluruh warga RT. 05 RW.11 untuk terus mencintai NKRI. Mari kita rawat dan jaga hasil perjuangan para Pahlawan yang telah berhasil merebut NKRI,” kata Bapak Boyadi dan juga  juga  mengajak kepada warganya untuk selalu menjaga kerukunan antar tetangga. Di tingkat RT itu yang terpenting adalah kerukunan, gotong royong dan saling membantu antar sesama.
“Mari kita jadikan tetangga seperti saudara sendiri. Karena ada apa-apa pasti yang pertama menolong adalah tetangga. Untuk itu, di momen kemerdekaan RI, selain kita selalu mengenang jasa para pahlawan juga merukunkan antar sesama,” ujar Bapak A. Boyadi.
Dengan adanya kegiatan ini terlihat warga yang menjadi peserta sangat antusias mengikuti jalannya upacara. Sejumlah komentar warga pun beragam.

Bapak Imam Imam mengungkapkan, kegiatan ini sangat bermanfaat. Dan ini harus dilanjutkan ke depannya dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Jujur, saya sangat berkesan sekali, selama saya tinggal di sini baru kali ini warga RT.05 melaksanakan upacara bendera walaupun dengan rencana dan waktu latihan petugas sangat singkat. Pelaksanaanya dapat berhasil dengan baik dan lancar. Ke depan agar lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Bapak Imam yang juga pensiunan TNI.

Anggota karang taruna Sdri, Icha mengaku bangga bisa mengikuti upacara Kemerdekaan RI, meski tingkat RT.

“Ini pengalam yang sangat baik, terutama untuk menumbuhkan dan memupuk rasa nasionalisme kepada generasi muda,” kata dia.

Perwakilan PKK Ibu, Ani Sodik menyebut, kegiatan ini sangat bagus, terutama untuk ibu-ibu PKK. Karena juga untuk meningkatkan tali silaturahmi.

“Berharap tahun depan dilaksanakan kembali,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Pengibar Bendera , Bapak Wasik mengatakan, baru kali pertama menjadi Anggota Pengibar Bendera, meski hanya tingkat RT, tetapi rasanya deg-degan.

“Memang kuncinya adalah latihan dan disiplin. Ini baru pertama kali, makanya saya deg-degan,” ucap Bapak Wasik.

Selesai upacara ini juga dipilih tiga pasangan serasi. Masing-masing, pasangan Bapak A.Boyadi bersama istri, Bapak A.Sodik beserta istri dan pasangan Bapak Mariyono bersama istri. Mereka mendapatkan doorprize sumbangan sepontanitas dari salah satu warga .

Usai upacara dilanjutkan silaturahmi dan ramah tama  (D'Sant2023)

Juli 25, 2023

KIRAB BUDAYA GREBEG SURO DUSUN TANJUNG 2023

Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 hijriah atau 1 Suro 1957, masyarakat dusun Tanjung, desa Banjararum, kecamatan Singosari, kabupaten Malang mengadakan Kirab Budaya, Grebeg Suro pada Minggu (23/7/2023). Kirab diikuti seluruh masyarakat se dusun Tanjung, yang sebelumnya, pada hari Sabtu (22/7/2023) sejumlah kegiatan dilaksanakan di Pesarean makam Mbah Tanjung antara lain, khotmil quran, sholawat nabi, doa bersama dan tausiah yang diasuh oleh Habib Muhammad Ba’abud.

Kirab budaya grebeg Suro yang juga menjadi ajang perlombaan antar RW sedusun Tanjung ini, mengambil jarak tempuh sejauh kurang lebih 10 kilometer dengan rute mengelilingi dusun Tanjung. Antusias warga sangat tinggi untuk memberikan apresiasi kepada para peserta.

Peserta Kirab Budaya 2023 RT.05/RW.11 BANJARARUM SINGOSARI


Kepala Desa Banjararum, Bapak Za’fari melalui Kepala Dusun Tanjung, Bapak Ali Suroto menyampaikan, kirab budaya rutin setiap tahun digelar untuk menyambut tahun baru Islam sekaligus selamatan dusun dan bersih dusun. “Bersih dusun ini rutin kami lakukan setiap tahun. Tujuannya untuk bermohon doa kepada Allah Subhanahu Wata'alla, agar diberikan keamanan dusun dan keselamatan bagi warga Tanjung, di hari Sabtu kita ada doa bersama, khataman Al-Quran, Sholawatan,” ucap Bapak Suroto, Minggu (23/7/2023). 

Terkait kirab budaya, Bapak Suroto menegaskan, selain menampilkan berbagai kesenian dari beragam pakaian adat budaya Nusantara, para peserta juga mengarak hasil bumi dusun setempat. “Ini sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki yang diberikan kepada warga Tanjung dari Allah Subhanahu Wata'alla, semoga kedepan dusun Tanjung lebih diberikan kerukunan, ketentraman dan keamanan,” pungkas Bapak Suroto. 
Bapak Ahmad Boyadi, selaku Ketua RT 05, RW.11, sekaligus peserta kirab mengaku gembira dan bangga timnya meraih juara ketiga di kirab budaya grebeg suro tahun ini.  “Iya sangat senang, semoga tahun depan bisa ditingkatkan lagi pelaksanaannya,” singkatnya.

Meski pelaksanaan kirab di bawah teriknya sinar Matahari, salah satu warga peserta kirab mengaku sangat gembira penuh semangat.  “Senang dan meriah kirab budaya grebeg Suro dusun Tanjung pada tahun ini. Walaupun saat itu, kami berangkat saat panas terik matahari, tapi senang bisa mengikuti selamatan dusun kami. Alhamdulillah dapat juara 3 RW saya. Semoga tahun depan bisa meraih lebih baik lagi. Tahun depan (2024) RW kami (RW 11) dapat giliran jadi panitia Grebeg dusun,” pungkas de’Sant begitu pria ini kerap disapa.

Kirab Budaya Dusun Tanjung 2023 Banjararum , Singosari, Kab. Malang



medio Juli 2023 edt Sant 

Juni 20, 2023

Acara temu kangen "SMA WIJAYA SINGOSARI" Menggeliatkan Persahabatan Masa Lalu

Cara untuk mengenang perjalanan hidup salah satunya adalah dengan reuni yang selama ini  banyak berkembang, acara ini biasanya dikemas dengan silaturahmi. Hal ini dilakukan untuk mengenang masa lampau yang pernah dialami beberapa tahun yang lalu bahkan puluhan tahun yang lalu, sabtu(17/07/2023).

Bapak Dadang Permana

Untuk membangkitkan kenangan tersebut alumni SMA WIJAYA SINGOSARI secara spontanitas mengadakan acara tersebut yg dibalut dengan nama "Temu Kangen alumni dan guru SMA WIJAYA SINGOSARI". Hal ini dikarenakan SMA WIJAYA sekarang sudah tidak ada baik murid maupun sekolah, Namun dihati para alumni dan guru-guru  masih melekat rasa ikatannya, karena di Sekolah inilah mereka didik dan diasuh serta punya kenangan tersendiri baik dari alumni, para guru atau pun karyawan jaman dulu disebut TU sekolah.


Acara ini dibuat spontanitas , dengan  adanya  teknologi komunikasi yang berkembang dengan pesat sekarang sepertinya tidak ada lagi jarak yang jauh untuk berkomunikasi semuanya sepertinya dekat , lewat group WhatsApp (WA) semuanya akan terlaksana. Penggagas acara spontanitas ini dimotori oleh beberapa orang saja antara lain: Bolo hadi susanto(1988), Arfien(1986), Wiwik(1985), Wiled(1988), Sukandi(1985). 
Dengan semangat persaudaraan sehingga kenangan masa-masa saat bersama menempuh pendidikan  muncul kembali. Dalam sambutannya wakil alumni Bapak Dadang permana(1985) yang merupakanan angkatan pertama mengucapkan terimakasih atas kedatangan baik sesama teman alumni maupun para guru  sudah lama tidak jumpa dan sangat kangen sekali dengan teman dan para guru maupun staf. 
Selanjutnya wakil guru disampaikan oleh Ibu Sumini, juga  mengucapkan trimakasih pada ananda  dan tidak menyangka masih bisa berkumpul dengan mantan anak didiknya, harapan kdpn bisa temu kangen lagi untuk menyambung tali silahturahmi sambutnya.

Bapak Budiono

Tak ketinggalan juga mantan Kepala sekolah dan guru, Bapak Budiono juga diberi kesempatan untuk berbicara , beliau menyampaikan pertemuan ini bukan yang pertama namun pertemuan awal yang baik, biar SMA WIJAYA SINGOSARI  sudah tidak ada, namun keluarga SMA Wijaya masih kokoh di hati para alumninya dan masih merasa senaungan.

Bapak Sudjad

Begitu juga Bapak Sudjad mantan pengurus Yayasan Wijaya sekaligus kepala sekolah  pertama menyampaikan, dulu saat masih menempuh pendidikan perbedaan murid dan guru ada , namun sekarang hanya satu yaitu keluarga besar dibawa naungan Alumni SMA WIJAYA , tepuk tangan meriah disambut oleh hadirin, sekaligus memberikan penghargaan atas pengabdiannya kepada Bapak. Imam Sudja'i (alm) mantan Kepala Sekolah.

Senada dengan Bapak Patuh S. yang juga guru SMA tersebut mengatakan . Walaupun lama tidak berjumpa namun SMA  WIJAYA SINGOSARI tetap melekat dihati para alumni, ungkapnya.

Dalam wawancaranya dengan Bapak Bolo sebagai MC sekaligus salah satu anggota penggagas acara ini, mengatakan hal ini memang kami tunggu bisa kumpul dan bertemu bersama antar teman lama, kedepan  bisa ditingkatkan lagi acaranya dan hari pelaksanaannya yang tepat. Kendala saat ini banyak para undangan banyak yang tidak dapat hadir sebab ada yang  masuk kerja hari sabtu dan juga saat ini, Alhamdulillah beberapa teman berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan Haji , sehingga mereka tidak bisa hadir.

foto Bersama 

Acara tersebut berlangsung di aula  Petik Madu Lawang kab. Malang pada hari Sabtu (17/06/2023).dan sebagai hiburan , menyanyi dan berjoget ria para hadirin yang di iringi dengan electone

 "SAMPAI BERJUMPA  LAGI  ALUMNI SMA WIJAYA SINGOSARI TETAP DI HATI"

(d'Sant medio juni 2023) 

Juni 15, 2023

MENDUNG TANPO UDAN




Mendung Tanpo Udan (Bossas Version)  

Cipt. Kukuh Prasetya Kudamai - Cover by de'Sant
Mlaku bebarenganBendino sayang-sayanganSedih lan kebahagiaanDilewati tahun-tahunan


Padu meneng-menenganBar kuwi kangen-kangenanKadang bedo pilihanNganti pedot balikan (medot balikan)

Mendung tanpo udanKetemu lan kelanganKabeh kuwi sing diarani Perjalanan ........

Awakdewe tau duwe bayanganBesok yen wis wayah omah-omahan
Aku moco koran sarunganKowe belonjo dasteran

Nanging saiki wis dadi kenanganAku karo kowe wis pisahanAku kiri kowe kanan
Wis bedo dalan

arrs by KB TVKU
/@KBTVKU     #karaokebosas #karaokejazz  
Mendung Tanpo Udan Versi Karaoke Jazz 

 Videographer by Arf
 https://javasatu.com/

Juni 04, 2023

Candi Kidal Sampai Sumber Jenon

Bersepeda pagi saat libur kerja memang asyik selain hobi, olah raga, berwisata atau juga sekedar jalan-jalan bersepeda santai. Saat ini kian marak berbagai kalangan yang beraktivitas bersepeda  jadi favorit. Selain menyehatkan badan, bersepeda atau gowes menjadi trend baru. Gowes cari tempat-tempat menarik yang indah atau sekedar melepas lelah (refreshing) sambil  menikmati indahnya alam dan tubuh pun menjadi sehat serta  bisa dibilang dengan biaya sangat murah.

Pada sabtu pagi (03-06-2023) Komunitas Gowes Perum Bumi Banjararum Asri berkumpul untuk gowes bareng ke tempat yg difavoritkan , pagi itu langsung musyawarah disepakati berangkat tujuan "Candi Kidal" dan"Sumber Jenon" melalui jalur  yg sudah ditentukan dengan penunjuk jalan Bpk. Harmaji dan bpk. Miseran.

Mengapa "Candi Kidal dan Sumber Jenon ?"

Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari kerajaan Singasari. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun (1227 - 1248). Menurut Pararaton Kematian Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya sebagai bagian dari perebutan kekuasaan Singhasari, juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring. Candi Kidal di Tumpang, Malang, Jawa Timur



Candi Kidal secara arsitektur, kental dengan budaya Jawa Timuran, telah mengalami pemugaran pada tahun 1990. Candi kidal juga memuat cerita Garudeya, cerita mitologi Hinduistik, yang berisi pesan moral pembebasan dari perbudakan. Sampai sekarang candi masih terjaga dan terawat.
(Sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Candi_Kidal)

Dengan semangat para Goweser berangkat jarak tempuh dari Perum Bumi Banjararum Asri Singosari sampai ke candi kidal Tumpang sekitar 20,4 km
Sebagai warga Singosari setidaknya mengetahui dengan nyata peninggalan sejarah Kerajaan, sehingga kami bukan hanya sekedar mendengar cerita namun bisa membuktikan dan melihat secara nyata salah satu peninggalan kerajaan Singosari tersebut.
Setelah melihat langsung candi Kidal dan berfoto, perjalanan langsung dilanjutkan ke wisata alam "SumberJenon"
Sumber Jenon merupakan sumber mata air yang berlokasi di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.


Wisata Alam Sumber Jenon ini memiliki keunikan yang berbeda jika dibandingkan dengan sumber mata air lainnya, keunikan dari Sumber Jenon yaitu terdapat pada warna air yang berwarna hijau kebiruan, yang diyakini oleh masyarakat bahwa airnya berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai penyakit contohnya seperti penyakit kulit.

Selain keunikan dari airnya yang jernih berwarna kebiruan dan sangat menyegarkan, terdapat keunikan lain yaitu adanya fosil kayu yang tumbang yang berada tepat di dalam air Sumber Jenon. Adanya Fosil kayu di dalam air menambah keunikan yang sangat menarik dan cocok bila dijadikan spot foto underwater yang wajib dicoba oleh para pengunjung. Wisata Sumber Jenon ini terdapat pemandian yang berbentuk seperti kolam renang dengan dinding batako. Kemudian juga terdapat keunikan tersendiri di dalam kolam ini yaitu adanya batang pohon Jenu namanya, dengan posisi membujur dari arah barat ke timur. Selain itu terdapat pohon-pohon besar yang mengelilingi kolam, sehingga menambah suasana yang begitu sejuk. 
(Sumber:https://www.travelmalang.id/info-tempat-wisata-sumber-jenon-di-malang/).

Sampai di Sumber jenon, istirahat sebentar sambil mendinginkan badan , lanjut  berenang di pemandian dan berfoto-foto sambil menikmati air pemadian yang dingin dan segar serta  pemandangan yang indah, ini benar-benar salah satu tempat wisata dengan pemandian alam yang indah sehingga rasa penat dan lelah setelah rutin beraktivitas pekerjaan dapat terlepaskan.
Jarak tempuh dari Candi Kidal ke Pemandian Alam Sumber Jenon , melewati Tugu Kuda Diponegoro Tajinan  berkisar 5,9 km
Sehingga jarak tempuh kami mulai start dari Perum Bumi Banjararum Asri - Candi Kidal - Sumber Jenon adalah 26,3 km dengan jalan naik turun tanjakan yang biasa, atau pulang pergi dengan jarak 54,6 km.

Anggota Gowes kali ini di ikuti 
1. Bpk. Wing sebagai pengawal naik motor.
2. Bpk. Miseran 
3. Bpk. Harmadi 
4. Bpk.Teguh, 
5. Bpk. Darmaji 
6. Bpk. Sepdianto 
7. Bpk. Anwar 
8. Bpk. Eko Sulistyawan 
9. Bpk. Sugeng 
10.Bpk. Santoso 
Sedangkan ada 2 Anggota   yang berangkat sama-sama tapi tidak mengikuti rute kami yaitu Bpk.Sudiyo dan Bpk. Zaenuri , dengan jalur sekitaran Singosari.

Komunitas kami ini  "Gowes Bareng" hampir rutin setiap seminggu sekali mencari tempat-tempat nyaman dan menyegarkan.





(de'Sant juni 2023)

Perlu disimak

  • LOGIN